Patung Kristus Tertinggi di Dunia Kini Ada di Peru

Ratusan orang menyaksikan launching patung Kristus tertinggi di dunia di Peru, Rabu (6/7).

Presiden Alan Garcia meresmikan patung “Kristus dari Pasifik / Christ of the Pacific” berukuran 123-kaki sebelum ia meletakkan jabatan yang ia pegang kini.

Patung Wajah Samudra Pasifik sendiri mirip dengan patung terkenal “Kristus Penebus / Christ The Reedemer” yang berada di Rio de Janeiro, Brazil.

“Ya Tuhan kami, Yesus Kristus, saya memohon kepada-Mu untuk membawa perdamaian ke negara kami,” kata Garcia pada saat upacara tersebut.

Garcia menyatakan bahwa ia secara pribadi membiayai proyek pembangunan patung “Kristus dari Pasifik” hampir US$ 37.000 dengan tujuan agar ia bisa meninggalkan sesuatu kepada orang-orang Peru sebelum keluar dari Istana Presiden pada 28 Juli 2011.

Sebagai informasi, Alan Garcia menolak maju kembali sebagai Calon Presiden Peru periode lima tahun mendatang. Posisinya kini digantikan oleh Ollanta Humala yang pada pemilu beberapa waktu lalu mendapatkan suara terbanyak.

Adalah sebuah kabar yang baik mendengar Peru kini memiliki patung “Kristus dari Pasifik / Christ of The Pasific”, tetapi janganlah hal ini menjadikan orang-orang percaya (pengikut Kristus) akhirnya beramai-ramai membuat patung yang serupa atau melebihi ukurang patung yang sudah ada karena Tuhan Yesus sendiri tidak pernah meminta umat-Nya untuk mendirikan patung menyerupai diri-Nya.

Jika Anda mengasihi Allah atau ingin DIA memberkati hidup Anda, turutilah perintah-perintah-Nya dan jauhi segala yang dilarang-Nya yang semuanya itu terdapat di dalam Alkitab.

18 Susu Formula yang Diteliti Ulang

Kontroversi gugatan susu formula — susu untuk bayi berusia 6 bulan ke bawah — terkontaminasi bakteri Enterobacter sakazakii membuat  Kementerian Kesehatan meneliti ulang susu bayi yang  kini banyak beredar di pasaran. Hasil penelitian itu diumumkan hari ini.

http://media.vivanews.com/thumbs2/2011/02/07/104621_endang-rahayu-sedyaningsih_300_225.jpg

Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih menegaskan bahwa pengumuman ini adalah untuk menjawab permintaan anggota Komisi IX DPR RI dalam rapat kerja 17 Februari 2011. “Kami diminta untuk melaksanakan putusan Mahkamah Agung. Karena berbagai hal, putusan tak  bisa kami laksanakan,” kata Menkes dalam konferensi pers, Jumat 8 Juli 2011. Ibu Menteri tidak menjelaskan apa yang dimaksudkan dengan berbagai hal itu.

Tapi sebagai jalan keluar, sambung Endang, dilakukan survei ulang terhadap susu formula yang saat ini beredar.

Sementara, Kepala Litbangkes, Trihono menjelaskan bahwa penelitian ini dilakukan pada semua nama dan jenis susu formula yang beredar pada tahun ini.  Trihono menegaskan bahwa ada perbedaan antara penelitian Institut Pertanian Bogor (IPB) dan yang dilakukan Badan POM.

Penelitian IPB, jelas dia, adalah penelitian isolat bakteri yang tak mengandung ketentuan jumlah sampel. “Yang penting sampai bakteri ketemu.” Sementara, penelitian ulang ini dilakukan terhadap seluruh sampel yang ada di pasar, terhadap seluruh merk. “Survey surveillance dilakukan untuk kepentingan masyarakat sehingga dipublikasikan,” katanya.

Samplenya, tambah dia adalah semua nama dan jenis susu yang beredar di tahun 2011, baik kemasan kaleng maupun karton. “Baik produksi dalam negeri maupun luar negeri. Jumlahnya 47 sampel susu dari 18 merek.”

Penelitian susu formula kali ini melibatkan tiga institusi yaitu Badan Pengawasan Obat dan Makanan, Penelitian dan Pengembangan Kementerian Kesehatan, dan Institut Pertanian Bogor. Penelitian ulang ini untuk memeriksa apakah susu formula yang beredar di pasaran mengandung Enterobacter sakazakii. Bakteri jenis ini memang sangat berbahaya.

Kisruh masalah susu berbakteri ini muncul saat Institut Pertanian Bogor merilis hasil penelitian terhadap sejumlah sampel susu yang beredar di pasaran tahun 2003-2006. Hasilnya, sejumlah merek terkontaminasi bakteri E. sakazakii. Publik keras mepersoalkan susu-susu yang berbahaya bagi bayi ini.

David ML Tobing,  seorang pengacara, lantas menggugat agar Menkes, Badan Pengawas Obat dan Makanan, serta IPB mengumumkan merek susu tersebut pada 2008. Kasusnya menang sampai tingkat kasasi.

Baik Menkes maupun IPB menolak untuk mengumumkan. Kemenkes lantas memberikan surat kuasa khusus untuk Kejaksaan Agung selaku pengacara negara dalam mengajukan upaya peninjauan kembali (PK). (eh)

Ditemukan, Ular Raksasa dengan Jambul Ayam

VIVAnews – Seekor ular raksasa yang dikepalanya memiliki jambul seperti layaknya ayam jantan ditemukan di Fushin City, provinsi Liaoning, China.

Ular ini ditemukan pertamakali pada bulan lalu oleh warga setempat. Ketika itu, pekerja sedang melakukan ekskavasi di dekat sebuah situs konstruksi.

Ular raksasa yang ditemukan itu memiliki panjang 16,7 meter dan berat sekitar 300 kilogram. Kulit seluruh tubuh ular itu bersinar keemasan, dan uniknya, di bagian kepala ular terdapat jambul ayam. Diyakini, spesies ular dengan jambul ini sangatlah langka.

Ketika ditemukan, dikutip dari Asian Town, 6 Juli 2011, ular tersebut dalam kondisi terluka. Ia kemudian diberi pertolongan darurat dan diproteksi oleh petugas dari Wild Chiayi Shenyang. Sayangnya, ular itu mati di perjalanan dari Shenyang ke Beijing.

Pihak departemen terkait China segera menyelidiki bangkai ular raksasa yang sangat langka itu. Para pakar kehidupan liar sendiri memperkirakan, usia ular ini mencapai sekitar 140 tahun, dan ia biasanya tinggal di gua.

Komisi X DPR Akan Kaji Ulang Kegiatan Ospek

Tahun ajaran baru didepan mata, lingkungan dunia pendidikan yang baru pun kini akan dihadapi oleh calon mahasiswa dan mahasiswi. Kekhawatiran pertama yang akan dihadapi mereka umumnya adalah Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus yang biasa dilaksanakan seminggu sampai dua minggu sebelum dimulainya jam akademik.

Namun beberapa kejadian dan kasus yang terjadi seringkali kegiatan tersebut diwarnai tindak kekerasan baik intimidasi secara halus, makian, bahkan kekerasan fisik yang dilakukan para senior. Untuk itu anggota Komisi X DPR, Hetifah Sjaifudian merencanakan adanya kajian terhadap kegiatan tahunan ini. Dia berharap, walaupun ospek adalah bagian dari agenda tahun ajaran baru pada beberapa universitas tertentu, namun pada saat pelaksanaannya ospek harus membuahkan hasil yang bermanfaat.

“Ospek memang memegang peran dalam pengenalan pada lingkungan kampus, akan tetapi jika pelaksanaannya sama seperti ospek-ospek yang dalam benak kita itu militan dan menakutkan, tidak akan berdampak baik bagi si mahasiswa baru ini,” ujarnya seperti dirilis okezone, Rabu (29/6).

Hetifah menambahkan, jika ospek tetap mengedepankan perpeloncoan, nantinya akan tumbuh rasa ingin balas dendam dan terus-menerus dilakukan, jangan heran jika hal tersebut akan menjadi sebuah kultur pada dunia pendidikan tinggi. “Perpeloncoan macam itu sudah tidak cocok dengan jaman sekarang. Buat apa masih diagendakan tiap tahunnya? Yang kita butuhkan sekarang bukan pemimpin yang punya mental militan,” ungkapnya.

Berdasarkan kondisi ini, Hetifah akan mencoba memasukan isu ospek ke dalam Rancangan Undang-undang Pendidikan Tinggi (RUU PT). “Memang, mungkin kegiatan pengenalan ini tidak hanya terjadi di universitas saja, di Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Akhir (SMA) pun juga ada. Tetapi isu ini masih masuk ke dalam RUU PT,”  ujarnya.

Sudah seharusnya pihak universitas dan instansi pendidikan terkait, wajib mengembalikan Ospek pada fungsinya yang utama yaitu kegiatan perkenalan lingkungan dan dinamika kampus sebagai bagian dari kehidupan pendidikan di universitas.

Ospek

Source : okezone

Ampuh Atasi Jerawat di Tubuh, Bagaimana Caranya?

Anda mau pergi ke pesta di malam itu, pesta itu pesta penting buat Anda. Temen dekat Anda akan menikah dan Anda harus tampil cantik untuknya, Anda ingin memakai gaun indah yang terbuka di bagian bahu. Sayangnya, ketika Anda sedang mencocokkan gaun itu, Anda melihat bahwa ada banyak jerawat kecil-kecil yang menutupi bahu Anda. Tentu akan kacau sekali bukan?

Memang yang namanya jerawat, dimanapun tumbuhnya, pasti menjengkelkan. Baik itu di wajah, area tubuh lain seperti leher, dada, punggung, bahu, sampai pantat pun menjadi sasaran empuknya. Jerawat muncul dikarenakan kelebihan sebum (substansi berminyak yang melembapkan kulit) yang diproduksi oleh kelenjar sebaceous. Kelebihan serum ini kemudian bercampur dengan sel-sel kulit, yang menyumbat pori-pori dan mengundang bakteri sehingga menghasilkan lesi meradang yang dikenal sebagai jerawat.

Bukan hanya wanita, jerawat tentu saja bisa diderita oleh kaum lelaki, dari remaja sampai dewasa. Pemicu jerawat adalah stress, masalah hormon dan menstruasi, kombinasi keringat dan pakaian ketat. Lelaki yang menggunakan steroid juga mungkin menderita jerawat di tubuh sebagai efek samping. Lalu, bagaimanakah cara mengatasi jerawat-jerawat itu, khususnya yang ada di tubuh?

Cuci daerah rawan jerawat setiap hari menggunakan sabun antibakteri atau lap dengan pembersih berbasis asam salisilat. Lalu olesi area bermasalah dengan krim benzoil peroksida 5-10 persen untuk mengeringkan jerawat. Kulit tubuh lebih tebal dibandingkan dengan kulit wajah sehingga lebih mampu mengatasinya. Kemudian gunakan pelembap yang mengandung asam alfa hidroksi untuk mengelupas kulit dan memerangi kekeringan. Anda juga dapat menggunakan benzoil peroksida untuk mengobati jerawat tertentu.

Untuk area tak terlihat seperti pantat, gunakan scrub lembut saat Anda mandi guna menyingkirkan sel-sel kulit mati. Tapi jangan menggosok area sekitarnya karena dapat meningkatkan iritasi dan peradangan. Jangan lupa, yang terakhir dan tak kalah pentingnya untuk selalu mencuci daerah rawan jerawat segera setelah Anda berkeringat. Mandidi sesegera mungkin sehabis berolahraga atau saat tubuh basah kuyup oleh keringat. Selamat mencoba dan dapatkan tubuh yang indah.

Source : mediaindonesia/lh3

Powered by WordPress | PalmPreBlog.com offers free Palm Pre themes. | Thanks to Best touch screen phones, Video Game Soundtracks and Homes for Sale

Teofilus Candra

Content Protected Using Blog Protector By: PcDrome.

Optimized by SEO Ultimate